Ingin Dagangan Laris Manis? Pahami 3 Faktor Perilaku Konsumen Dalam Membeli Barang.

Tanpa konsumen tentu usaha kita tidak akan berjalan. Mempelajari apa yang diinginkan konsumen penting untuk strategi pemasaran. Hal ini membantu agar pemasaran tepat dan efisien. Dengan memahami perilaku konsumen, kita bisa mengetahui apa yang dibutuhkan konsumen, kuantitas dan daya beli konsumen seberapa banyak, bahkan mempengaruhi biaya promosi untuk penjualan yang tepat sasaran.

Berikut tiga faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen :

Pengaruh Internal

Perilaku konsumen dipengaruhi oleh faktor psikologis konsumen itu sendiri, seperti persepsi, pengalaman, tingkat kepercayaan, motivasi, dan sikap suka tidak terhadap suatu produk. Persepsi menentukan selera masing-masing individu. Sebab stimulus yang sama bisa menghasilkan persepsi yang berbeda.

Pengalaman mempengaruhi pilihan konsumen. Bisa jadi kosmetik A cocok digunakan oleh konsumen C, namun hasilnya akan berbeda apabila digunakan konsumen D. Hal ini mempengaruhi tingkat kepercayaan terhadap suatu produk. Apabila konsumen percaya kosmetik A mampu menghilangkan jerawat sesuai dengan pengalamannya, otomatis konsumen tersebut akan membeli lagi. Keputusan tersebut tidak lepas dari motivasi konsumen yang ingin mempercantik diri. Motivasi akan mendorong konsumen menentukan sikap terhadap suatu produk.    

Pengaruh Eksternal

Pertimbangan seseorang membeli suatu produk bisa didasari oleh lingkungan, bukan apa yang menjadi kebutuhannya. Faktor-faktor yang mempengaruhi tersebut antara lain:

  • Faktor ekonomi

Penghasilan setiap orang berbeda-beda. Banyaknya pendapatan tersebut mempengaruhi daya beli konsumen terhadap suatu produk. Konsumen akan mengonsumsi suatu produk menyesuaikan dengan kemampuan ekonominya.   

  • Faktor gaya hidup

Gaya hidup menentukan kebiasaan, ketertarikan, dan tuntutan hidup seseorang. Gaya hidup kalangan menengah atas cenderung mengkonsumsi produk secara berlebih. Sebagai contoh, mahasiswa yang belum berpenghasilan lebih memilih makan di warung kaki lima. Hal ini bisa jadi berbeda apabila sudah bekerja karena preferensi pilihan lebih banyak. Gaya hidup mempengaruhi keputusan seseorang dalam mengkonsumsi produk.

  • Faktor Pekerjaan

Pekerjaan seseorang mempengaruhi produk yang dibeli. Beda profesi tentu berbeda pula kebutuhannya. Seorang artis yang harus selalu tampil menarik tentu akan berbeda kebutuhannya dengan petani yang setiap hari ke lahan. Hal ini sudah sangat menjelaskan bagaimana pekerjaan mempengaruhi seseorang dalam menggunakan sebuah produk.

  • Faktor umur

Kebutuhan konsumen yang berbeda tidak lepas dari pengaruh umur. Tentu kebutuhan balita berbeda dengan remaja. Sebagai contoh, balita lebih membutuhkan susu untuk pertumbuhan daripada remaja yang fokus pada gadget terbaru. Semakin panjang umur tingkat konsumsi pada berbagai produk cenderung lebih banyak.

  • Faktor budaya masyarakat

Nilai-nilai dasar yang dianut, kebiasaan dalam keseharian, serta perilaku seseorang tidak lepas dari faktor kebudayaan masyarakat. Budaya masyarakat seringkali melekat dan dipahami secara permanen. Sulit sekali untuk dirubah. Sebagai contoh, pada masyarakat yang suka pamer kemewahan tingkat konsumsi terhadap produk-produk cenderung tinggi. Ini berbeda dengan budaya masyarakat yang menganggap mengonsumsi barang seperlunya saja tanpa hidup berlebihan.

  • Faktor kelas sosial

Pembagian kelas sosial tidak lepas dari penghasilan dan gaya hidup. Kelas menengah atas dengan penghasilan tinggi dan gaya hidup borjuis cenderung membeli produk kualitas tinggi tanpa mempermalahkan harga. Sementara kelas menengah ke bawah akan mempertimbangkan produk dengan teliti. Barang yang tidak terlalu penting cenderung tidak diprioritaskan.

  • Faktor harga produk

Harga produk sangat mempengaruhi pilihan konsumen. Apabila suatu produk kualitasnya bagus dan harganya bersaing, kemungkinan besar konsumen tertarik membeli. Asumsi seperti semakin mahal barang maka kualitasnya semakin baik sangat mungkin diperhitungkan konsumen dalam memilih suatu produk.

Stimuli pemasaran

Usaha untuk meningkatkan penjualan dapat melalui stimuli-stimuli seperti iklan, potongan harga, paket hemat, dan lain-lain untuk menarik perhatian konsumen. Iklan yang menarik tanpa sadar akan mempengaruhi persepsi konsumen untuk membeli suatu produk. Strategi pemasaran dengan cara potongan harga, paket hemat, dan cashback banyak diburu konsumen dengan anggapan menghemat kantong. Strategi-strategi tersebut membuat konsumen ketagihan sehingga tanpa sadar meningkatkan tingkat konsumsi. Untuk memanjakan konsumen, produsen harus mengerti benar produk yang ditawarkan, penentuan harga jual yang bersaing, strategi promosi yang menarik, dan bagaimana mendistribusikan produk ke konsumen dengan menjaga kualitas agar tetap terbaik.

Produsen wajib memahami faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen. Ini berkaitan dengan product development agar produk tidak stagnan. Tidak adanya usaha perbaikan akan membuat konsumen bosan sehingga memilih produk lain. Sebab itulah produsen perlu untuk terus kreatif dan inovatif dalam menawarkan produknya.

Merdeka Studio hadir sebagai bagian dari branding produk dengan memahami perilaku konsumen. Sudah banyak klien yang produknya kami branding dan diterima baik oleh pasar. Tidak hanya branding, kami juga menerima desain logo, desain grafis, digital marketing, serta layanan lainnya. Cek saja portfolio dan harga barangkali cocok.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply