Konsumen Sering Marah? Terapkan 5 Hal Ini Untuk Menghadapinya

Entah ketika usaha sudah berjalan atau ketika tengah memulai usaha, pernahkah kalian bertemu dengan konsumen yang marah-marah? Tentu hal ini sangat tidak mengenakkan. Apalagi bila konsumen tersebut marah hanya karena perkara yang sepele. Namun, terlepas dari hal ini pelanggan tetaplah raja yang harus dilayani dengan baik. Agar konsumen yang sering marah-marah tidak berpindah haluan, ada beberapa cara mengatasi konsumen yang marah-marah tanpa harus menyinggung perasaannya.

 

5 Cara Mengatasi Konsumen yang Marah-Marah

Bagi sobat Merdeka yang sering mendapatkan komplain dari konsumen atau yang mungkin baru saja memulai usaha dan khawatir mendapat komplain, kita dapat menggunakan beberapa cara di bawah ini. Berikut adalah 5 cara mengatasi konsumen yang marah-marah tanpa membuat tersinggung konsumen.

 

  1. Pahami dulu keluhan konsumen

Cara mengatasi konsumen yang marah-marah ialah dengan memahami dulu keluhan konsumen. Pastinya tidak ada yang suka bila berhadapan dengan konsumen yang suka marah-marah dan emosi bahkan berteriak di depan umum. Namun, kita tidak perlu ikut emosi dalam menyikapinya. Tugas kita di sini ialah memahami situasi dengan tetap tenang serta bisa menguasai diri sendiri. Tunjukkan sikap terbaik kita di hadapan konsumen tersebut. Yang paling penting, pahami apa yang membuat konsumen merasa kesal dan mengeluh.

  1. Tetap tenang dan sabar

Cara mengatasi konsumen yang marah-marah selanjutnya ialah dengan tetap tenang dan bersabar. Pada saat konsumen menyampaikan keluhan kepada kita, yang harus kalian lakukan adalah tetap fokus dengan apa yang disampaikan oleh konsumen. Sebisa mungkin, cobalah untuk tidak terusik dengan orang lain yang barangkali lalu lalang di sekitar.

Tak hanya fokus dengan apa yang disampaikan, sobat Pejuang Merdeka sebaiknya tidak gegabah dan terkecoh dengan konsumen yang sedang marah. Bila alasan konsumen marah-marah adalah karena pelayanan yang kurang maksimal sebaiknya dengarkan alasan dari konsumen dan dari orang yang melayani konsumen tersebut.

  1. Meminta maaf kepada konsumen

Nah, setelah mendengarkan alasan dari konsumen, Sobat Pejuang Merdeka tidak ada salahnya meminta maaf kepada konsumen tersebut. Kebanyakan konsumen yang sering marah-marah biasanya mengharapkan permintaan maaf dari pemilik usaha. Oleh karena itu, cara mengatasinya ialah dengan meminta maaf.

Meski pada dasarnya, kesalahan ada pada konsumen itu sendiri namun lakukan hal yang bijaksana. Meminta maaf bukan berarti kita salah namun tujuannya adalah untuk membuat konsumen merasa diperhatikan.

  1. Cari bantuan dengan pihak ketiga

Bagaimana bila cara mengatasi konsumen yang marah-marah di atas kurang efektif? Jangan panik, langkah selanjutnya yang sebaiknya kita lakukan ialah meminta bantuan kepada pihak ketiga. Mengapa harus ada pihak ketiga? Disadari atau tidak, pihak ketiga sangat kita perlukan untuk menghadapi konsumen yang sering kali marah-marah meski kalian sendiri sudah meminta maaf.

Dengan meminta bantuan kepada pihak ketiga, kita tidak akan terbelenggu dengan keluhan konsumen lagi karena pihak ketiga pastinya akan memberikan solusi dan sekaligus sebagai penengah.

  1. Jangan dimasukkan ke dalam hati

Terakhir, bila konsumen sudah didamaikan oleh pihak ketiga, maka permasalahan dengan konsumen tersebut sudah selesai. Namun, meski permasalahan sudah selesai, ada baiknya kita tidak memasukkan kedalam hati perkataan yang telah diucapkan oleh konsumen tersebut. Apalagi bila sampai memasukkan nama konsumen tersebut ke dalam daftar red list konsumen bermasalah. Dengan tidak memasukkan perkataan konsumen ke dalam hati, nantinya konsumen tersebut kembali membeli produk kita.

 

Nah, bagaimana Sobat Pejuang Merdeka? Apakah kalian siap memulai usaha dan siap untuk menghadapi konsumen yang sering marah-marah? Coba terapkan dulu cara mengatasi konsumen sering yang marah-marah di atas ya. Semoga berhasil dan sukses selalu.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply