Punya Ide Usaha Tapi Bingung Pendanaan? Coba 7 Cara Berikut Untuk Bantu Keuanganmu

Butuh sebuah ide sebagai awal untuk memulai bisnis. Ide-ide bisa digali dari kebiasaan mengamati, mempertanyakan, dan menjawab apa yang dibutuhkan pasar. Dan, agar ide-ide tersebut bisa menjadi bisnis yang berjalan di masyarakat, butuh modal sebagai bahan bakarnya. Lantas kamu bingung mengenai modal ini. Dana yang tidak dimiliki membuat kamu urung untuk mencoba mengaplikasikan idemu. Padahal, bisa jadi idemu sangat potensial bahkan menjawab kebutuhan pasar. Jangan simpan sendiri idenya. Coba tulis yang rapi, dijabarkan dalam bentuk proposal, dan siapkan diri untuk mencari orang-orang yang mendukung idemu. Ada beberapa cara yang bisa kamu coba untuk mendapatkan pendanaan.

  1. Pendanaan pribadi atau Bootstrapping

Sebagai awal untuk memulai, bisa menggunakan tabungan pribadi. Pendanaan ini merupakan awal yang ideal sebelum bisnis dikembangkan dengan skala yang lebih luas. Tabungan pribadi bisa digunakan untuk membuat prototipe usahamu. Kalau berhasil dan memberikan keuntungan yang melimpah, orang lain pasti tertarik untuk bergabung.

  1. Dana keluarga

Manfaatkan hubungan keluarga besar sebagai jalan untuk mendapatkan pendanaan. Orang-orang terdekat cenderung akan mendukung kelancaran bisnismu. Bentuknya bisa jadi dalam bentuk pinjaman atau investasi. Tergantung bagaimana perjanjian antara kedua belah pihak. Setidaknya ada suntikan dana, kan?

  1. Mengikuti Kompetisi

Banyak sekali venture capital, korporasi, hingga perusahaan yang mengadakan kompetisi pembiayaan. Semakin sering mengikuti kompetisi, peluang lolos menjadi pemenang dan mendapatkan pendanaan akan semakin besar. Selain itu juga sebagai ajang memperkenalkan ide bisnis dan menjaring koneksi baru. Siapa tahu di luar kompetisi, meskipun tidak menjadi pemenang, ide usahamu dilirik investor!

  1. Crowdfunding

Pendanaan secara crowdfunding artinya dibiayai oleh orang banyak. Saat ini banyak platform crowdfunding dalam maupun luar negeri yang mau mendanai bisnis pemula. Pahami sistem dan cara masing-masing platform crowdfunding yang sesuai dengan ide usahamu. Kalau cocok, coba sebar proposalmu. Semakin banyak menyebar proposal, semakin besar kemungkinan usahamu akan didanai.

  1. Inkubator dan Akselerator

Inkubator adalah program yang dijalankan oleh pemerintah, lembaga, maupun perusahaan swasta dengan cara memberikan sponsor untuk mendukung wirausaha. Bentuk bantuan tersebuat dapat berupa bimbingan, pendanaan, ruang kerja, jejaring baru, atau bentuk lainnya dalam waktu yang tidak ditentukan. Sementara Akselerator hampir mirip dengan inkubator kecuali dalam durasi waktu yang lebih singkat. Biasanya dimulai 3 sampai 4 bulan. Sebelum mengikuti inkubator dan akselerator, pastikan usahamu sudah berjalan. Jelaskan potensi, keunikan, dan keuntungan apabila pihak-pihak tersebut bersedia memberikan pendanaan.  Tentu hal ini harus dilakukan secara kreatif dan inovatif karena kamu berlomba-lomba dengan peserta lainnya.

  1. Pinjaman peer to peer.

Konsep peer to peer adalah mempertemukan pihak pemberi pinjaman dengan penerima pinjaman. Sekarang ini banyak platform seperti startup maupun perusahaan keuangan yang menggunakan cara peer to peer. Ini akan memudahkan kamu dengan peraturan yang lebih sederhana dan proses peminjaman yang cepat. Kerja sama hanya antara kamu dengan pemberi pinjaman.

  1. Pinjaman Bank

Bank dan lembaga keuangan akan memberikan pinjaman apabila usaha kamu dinilai potensi berkembang dan dapat mengembalikan pinjaman. Kamu bisa meminjam sejumlah dana sesuai kebutuhan usahamu dalam jangka waktu tertentu, sesuai dengan persyaratan kedua belah pihak. Biasanya kamu akan dikenakan bunga setiap bulannya. Pertimbangkan besaran bunga yang diwajibkan atasmu. Sanggup membayar tidak sampai jangka waktu yang sudah ditentukan. Ini penting menjadi perhatian. Kenapa? Khawatirnya, bukan untung yang didapat, nanti pendapatanmu malah habis untuk membayar bunga. Sekarang, berhubung kamu sudah tahu cara membiayai ide usahamu, nggak bingung lagi untuk memulai berbisnis, kan? Selanjutnya tinggal fokus pada produk yang ingin kamu kembangkan dan mencari orang-orang berkompeten yang mendukung usahamu. Dan yang paling utama, jangan lupakan untuk siapkan logo dan branding usaha. Sebab, bagaimana usahamu akan dikenal kalo logo aja nggak punya, kan?

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply