Perlukah Riset Pasar?

Riset pemasaran (Market research) mungkin terdengar sebagai hal yang hanya cocok dilakukan oleh perusahaan besar, namun riset pemasaran adalah alat penting untuk semua kalangan usaha.
Alasan mengapa riset pemasaran itu penting
Tidaklah penting skala dan kegiatan bisnis Anda, entah itu perusahaan start-up baru, bisnis yang sudah lama atau Anda hendak melakukan ekspansi usaha, riset pemasaran (market research) perlu menjadi bagian tak terpisahkan dari usaha Anda, jika Anda menginginkan hal-hal berikut :
Memahami basis konsumen Anda. Bagi start-ups, riset pemasaran (market research) sangat penting untuk memahami konsumen Anda dan jumlah permintaan yang cukup untuk menunjang usaha Anda. Usaha yang lama atau sudah berdiri lama perlu riset pemasaran (market research) untuk memperhatikan demografi ppenduduk yang terus berubah dan trend perubahan selera konsumen.
Tetap membuat model bisnis Anda tak ketinggalan jaman. Cara lama bukan berarti cara terbaik. Memahami perubahan selera dan pilihan pasar dan menyesuaikan model bisnis Anda dengan perubahan tersebut adalah salah satu fungsi penting market research.
Menciptakan tujuan pertumbuhan yang SMART – Tujuan usaha Anda haruslah SMART –specific, measurable, attainable, realistic and timely. Meskipun begitu sulit menetapkan taget realistis jika Anda tak mengetahui posisi usaha Anda di pasar.  Anda tak bisa membuat tujuan usaha yang berarti jika Anda tak memiliki titik acuan (point of reference) untuk mengukur kesuksesan Anda.

3 (tiga) cara untuk melakukan riset pemasaran dengan sedikit biaya
Meskipun riset pemasaran membutuhkan biaya dalam pelaksanaannya, tidak berarti Anda harus mengeluarkan banyak uang untuk melakukannya. Apalagi jika usaha Anda adalah usaha kecil menengah yang tidak punya banyak uang di kas Anda. Berikut tiga cara murah untuk melakukan riset pemasaran.

1. Lakukan survei atau bentuk  focus group
Cara terbaik untuk mengenal konsumen (atau calon konsumen) adalah dengan berbicara kepada mereka. Survei dan focus group adalah cara yang lazim untuk mendapatkan umpan balik dari konsumen.
Untuk survei Anda bisa mengirimkan kuesioner (daftar pertanyaan) ke konsumen yang sudah ada atau sample yang sesuai dengan target demografi usaha Anda. Hasil survei sangat ditentukan oleh pertanyaan yang diajukan, jika Anda tidak yakin pertanyaan apa yang sebaiknya diajukan, mungkin lebih baik untuk menyewa konsultan pemasaran (maketing consultant). Sebelum mengirimkan kuesioner kepada konsumen, sebaiknya Anda mengedarkannya terlebih dahulu kepada keluarga dan teman terpercaya untuk umpan balik.
Focus groups biasanya terdiri dari 6 -10 orang, dan Anda sebaiknya  membatasi setiap pertemuan tidak lebih daripada 90 menit. Meskipun jumlah sample/orangnya sedikit, namun Anda bisa mendapatkan umpan balik yang lebih mendalam dari focus group. Gunakan focus group untuk mendapat masukan konsumen tentang tingkat harga, kampanye marketing, dan fitur-fitur layanan.
2. Manfaatkan perguruan tinggi
Jika lokasi usaha atau tempat tinggal Anda dekat dengan universitas atau sekolah tinggi yang mempunyai program studi marketing, ekonomi atau MBA, Anda mungkin bisa memanfaatkan jasa riset pemasaran murah dari universitas tersebut. Beberapa dosen dan professor mencari pengalaman dunia nyata untuk para mahasiswa mereka. Mintalah pada pengajar tersebut untuk melakukan riset pemasaran untuk usaha Anda. Mungkin akan ada biaya untuk ini, tetapi jelas lebih sedikit daripada menyewa konsultan pemasaran profesional.

 

3. Ketahui pesaing Anda
Anda bisa belajar banyak dari pesaing Anda. Kunjungilah toko mereka, hitung pembelinya dan ikuti mereka di media sosial. Apakah mereka usaha yang sukses? Jika ya, bisakah pasar menunjang usaha Anda dan mereka? atau apakah mereka memiliki kelemahan fatal yang bisa Anda manfaatkan untuk meningkatkan penjualan Anda?
Sumber lain riset pemasaran yang minim biaya adalah datan dan analisis statistik dari pemerintah, KADIN dan asosiasi industri.
Ketika Anda melaksanakan riset pemasaran (market research), pastikanlah Anda mendengar masukan dan pendapat yang positif dan negatif dari konsumen. Satu-satunya hal yang lebih buruk daripada tidak melakukan riset pemasaran adalah melakukan riset pemasaran yang menyesatkan akibat hanya mendengar hal-hal positif saja tentang usaha Anda.

 

Keajaiban Sedekah

Bagi seorang pengusaha, bahkan bukan hanya pengusaha muslim saja. Sedekah merupakan salah satu kunci kesuksesan sebuah bisnis. Bill Gates, manusia terkaya di muka bumi ini menyumbangkan 50%-90% dari kekayaannya untuk kepentingan sosial. Jika dilihat secara logika, harusnya kedudukannya sebagai manusia terkaya mudah tergeser ke nomor dua atau nomor tiga manusia terkaya. Namun kenyataannya ia tetap menduduki peringkatnya dalam waktu yang sangat lama.

AKUNTANSI KEUANGAN BISNIS ALA NABI MUHAMMAD SAW

Akuntansi merupakan jantung dari perkembangan sebuah bisnis. Kebanyakan orang tidak sadar akan hal ini. Sebuah bisnis tidak akan pernah berkembang jika tidak didasari dengan ilmu akuntansi yang baik. Lalu, apakah kita harus kuliah akuntansi? Jawabannya tidak. Karena nabi Muhammad SAW mengajarkan kita sebuah ilmu akuntansi sederhana yang jika diterapkan pada bisnis insya allah akan baik hasilnya. Berikut sepenggal sabda rasullullah SAW tentang bagaimana mengatur keuangan bisnis:

Dia menjawab, ‘Karena kamu mengatakan itu, maka aku melihat hasil kebunku. Sepertiganya aku sedekahkan, sepertiganya lagi aku makan bersama keluargaku, dan sepertiga siasanya aku kembalikan kepadanya.

Ya, bagilah penghasilan kamu menjadi 3 bagian. Yang pertama yaitu mensedekahkannya kepada yang membutuhkan, menggunakannya untuk kehidupan bersama keluargamu, dan menggunakannya untuk kemajuan bisnis. Ini sangatlah sederhana dan semua orang bisa menerapkannya.

KEUTAMAAN SEDEKAH LAINNYA

Bukan hanya memiliki peran penting dalam hal bisnis, sedekah juga sangat penting dalam kehidupan sosial dan agama. Ada banyak sekali firman Allah dan sabda rasul yang menyinggung manfaat dan keutamaan dari sedekah. Seperti memberi keberkahan pada harta, menghapus dosa, hingga mendapatkan naungan pada hari akhir.

So, apakah kamu akan tetap berfikir 2x untuk melakukan sedekah?

Tips Desain Logo untuk Usaha

5 Suplemen Desain Logo untuk Bisnis yang Menguntungkan

Seperti yang sudah terus-menerus kami utarakan, desain logo Anda akan menjadi “wajah” dari perusahaan Anda. Ia akan menjadi hal pertama yang dilihat oleh publik, dan menjadi hal yang paling menempel di dalam benak mereka juga. Tak percaya? Coba saja Anda uji beberapa rekan Anda. Kami yakin, mereka dengan fasih memasangkan sejumlah logo ikonik dengan brand-nya, mulai dari font berulir yang menjadi ciri khas Coca Cola, atau buah apel yang tidak utuh yang menandai brand Apple. Dan, itulah poin utamanya, mengapa Anda perlu menginvestasikan banyak waktu dan biaya untuk memastikan Anda mendapatkan logo yang mudah menempel di dalam benak publik.

“Brand Anda seharusnya bisa dikomunikasikan dengan baik oleh masyarakat luas,” tutur Jonas Berger, pengarang buku Contagious: Why Things Catch On (Simon & Schuster, 2013) dan James G. Campbell Associate Professor of Marketing di Wharton School, University of Pennsylvania. “Kami tahu, Anda mencintai perusahaan Anda, Anda berpikir perusahaan Anda luar biasa, namun saat Anda sudah tiada, apa hal yang paling mudah diingat oleh masyarakat tentang perusahaan Anda? Dan, apa yang akan mereka sampaikan kepada rekan mereka yang lain?”

Logo-logo terbaik memiliki beberapa kesamaan. Di bawah ini adalah lima elemen kunci yang membuat desain logo Anda sukses, menurut pandangan Berger.

 1. Kesederhanaan

5 Suplemen Desain Logo untuk Bisnis yang Menguntungkan

Elemen pertama yang pastinya dimiliki oleh logo-logo sukses adalah kesederhanaan. “Cara yang mudah untuk menilai kesederhanaan sebuah logo adalah dengan menghitung berapa banyak elemen tunggal yang bebas bergerak dari sebuah logo,” kata Berger. Sebagai contoh, logo Apple yang dulu ditampilkan dalam semburat warna-warni yang ramai, sementara logo yang sekarang hanya ditampilkan dalam satu warna saja, kebanyakan hitam atau dalam warna abu-abu monokrom. Kesederhanaan dalam desain logo Apple yang baru ini membuatnya lebih mudah untuk dilihat, dan konsumen menyukainya.

“Cara termudahnya adalah dengan memproses hal-hal yang paling kita senangi,” ujar Berger. Untuk alasan itulah, kebanyakan brand ingin menampilkan desain estetik yang simpel, yang mudah dicerna oleh masyarakat. Brand-brand ternama, seperti IKEA, IBM dan Coca Cola adalah sejumlah kecil brand yang menjadi penganut aturan ini. Setelah diperhatikan, “jarang sekali ada brand ikonik yang menerapkan lebih dari tiga paduan warna dalam logo perusahaannya,” ujar Berger.

Namun, kesederhanaan saja tentunya bukan jawaban tunggal. Percuma memiliki desain logo yang sederhana, apabila tidak bisa diadaptasikan dengan mudah ke berbagai media. Jika Anda ingin mempelajari lebih jauh mengenai desain logo yang mudah diadaptasikan, mungkin artikel ini bisa membantu.

 

 2. Konsistensi

2-brand-consistency

Logo Anda berfungsi sebagai alat untuk mengkomunikasikan brand Andakepada publik, jadi pastikan desain logo yang Anda terapkan konsisten dengan keseluruhan pesan yang ingin Anda kirimkan kepada masyarakat, karenakonsistensi dalam sebuah desain logo mutlak dibutuhkan demi kelangsungan perusahaan. Lagi-lagi, marilah kita pelajari desain logo Apple dengan lebih seksama. Beberapa dekade yang lalu, menurut Berger, “warna-warni pelangi sering diasosiasikan dengan sifat bebas dan easygoing,” namun sekarang sudah berbeda. Jadi, jika dulunya logo Apple mengaplikasikan warna-warni pelangi untuk memberikan kesan semangat bebas sebuah perusahaan pemula yang berusaha menantang perusahaan-perusahaan teknologi raksasa yang tenang dan serius, posisi perusahaan Apple saat ini yang bercokol sebagai salah satu perusahaan terkemuka di dunia membuatnya harus mengganti logonya dengan desain yang lebih manis dan futuristik – sesuai dengan desain logonya saat ini.

apple ibm
Logo Apple VS Logo IBM

Di saat bersamaan, desain logo Apple cenderung lebih “ringan” dan “bersahabat”, jika dibandingkan dengan desain logo IBM “yang lebih gelap dan seperti berprasangka”, ujar Berger. “Ini membuktikan bahwa desain logo Apple masih konsisten dengan pesan yang ingin mereka sampaikan, bahwa mereka adalah perusahaan teknologi, namun teknologi yang lebih bersahabat, teknologi yang mudah untuk digunakan.” Jadi, jika Anda berminat untuk membuka sebuah perusahaan baru, saran dari Berger, Anda harus memutar otak Anda lebih keras untuk menemukan karakteristik kunci dari perusahaan Anda, dan bagaimana Anda bisa menyampaikan hal itu dalam desain logo perusahaan Anda.

 

 3. Mudah diingat

boy_cl

Kemudahan untuk diingat adalah kualitas yang menjadikan desain logo Anda mudah untuk tersimpan dalam benak masyarakat, yang secara tidak langsung akan berdampak pada meningkatnya konsumen dengan pembelian berulang, dan promosi dari mulut ke mulut, ujar Berger. Desain logo Anda haruslah “membantu publik mengingat eksistensi Anda, dan apa pesan yang ingin Anda bawa ke tengah masyarakat,” demikian ujar Berger.

Kesederhanaan biasanya membuat logo Anda semakin mudah untuk diingat, namun lucunya “sedikit keanehan atau hal-hal yang nyeleneh” akan ingatan orang semakin lekat, menurut Berger. Jika saja logo Apple menampilkan buah apel yang utuh, dan belum tergigit, ujarnya, “mungkin publik akan lebih mudah mengenali, namun memorinya juga akan lebih mudah lepas, karena desainnya terlihat sama dengan jutaan hal lain yang sering Anda jumpai.” Berikan sentuhan-sentuhan kecil yang berbeda atau tak terduga ke dalam desain logo Anda untuk membuatnya berdiri sendiri di tengah keramaian.

 

 4. Unik

5hcg9mkiKeunikan dari sebuah logo adalah apa yang membuatnya “layak untuk diingat dan diperbincangkan”, mampu menembus keramaian industri dan langsung menggapai hati dan pikiran konsumen Anda, ujar Berger. TalentBin, sebuah mesin pencari yang membantu perusahaan dalam hal akuisisi SDM, memiliki logo yang pas dijadikan contoh untuk atribut yang satu ini. Logo perusahaannya bergaya kartun lucu, yang menampilkan tupai ungu yang sedang mengendarai seekor unicorn. Mungkin bagi Anda desain logo mereka sangat konyol, namun di balik itu semua tersimpan sebuah pesan yang spesifik. “Dalam industri pencarian bakat, ‘tupai ungu’ menggambarkan tipe SDM yang sangat sulit ditemukan,” ujar Berger. “Dengan menambahkan elemen tupai ungu di dalam logonya, TalentBin ingin menunjukkan bahwa mereka ‘orang dalam’, bahwa mereka paham kultur dari industri itu sendiri.”

Si tupai ungu memang bukan logo utama TalentBin, namun ia seringkali tampil secara internal, dalam berbagai konferensi, dan pada materi promosi yang ditujukan bagi kalangan yang bergelut dalam dunia headhunting juga. “Jika Anda sudah mempunyai brand yang dikenal luas oleh masyarakat, Anda mungkin tidak akan berpikir untuk memiliki sebuah logo yang nyeleneh,” ujar Berger. “Namun, jika Anda masih tergolong perusahaan pemula, Anda perlu lebih berani mengambil risiko.”

 

5. Uji pasar

Pada akhirnya, jangan hanya percaya pada intuisi Anda sendiri saat mendesain sebuah logo, demikian dituturkan Berger. Lakukanlah riset pasar. Satu cara untuk menguji sejumlah desain logo adalah dengan membuat survei di lembaga-lembaga yang menyediakannya, seperti di Mechanical Turk dari Amazon. “Hanya dengan modal yang cukup rendah, sekitar $10 saja (atau sekitar Rp 100.000,-), pemilik bisnis dapat membuat studi kasus, dan dalam hitungan hari mendapatkan umpan balik dari banyak orang mengenai seberapa keras atau ringan, cepat atau lambat, persepsi yang ditangkap orang mengenai desain logonya,” ujar Berger. Kuncinya adalah, jangan berasumsi bahwa desain logo yang Anda buat sudah luar biasa. Sebelum Anda menerapkannya di berbagai materi promosi dan identitas perusahaan, ada baiknya Anda mengumpulkan umpan balik dari berbagai sumber independen mengenai apakah pesan yang ingin Anda sampaikan telah dapat dikomunikasikan dengan tepat melalui desain logo Anda.

Tentu saja, kriteria sebuah logo yang baik tidak berakhir pada lima atribut di atas saja. Bahkan, sebelumnya Sribu pun sudah pernah mengulas mengenaitips-tips membuat desain logo yang efektif. Jika Anda masih ingin mengetahui lebih jauh mengenai desain logo yang baik, bagaimana jika Anda berkunjung ke laman portfolio Sribu.com? Di sana, Anda bisa menemukan showcase desain logo yang pernah dibuat melalui Sribu. Barangkali, hal itu bisa menginspirasi Anda saat Anda ingin membuat desain logo baru untuk perusahaan Anda.

Membesarkan Startup

Untuk meningkatkan startup tentunya membutuhkan strategi yang khusus. Jangan sampai langkah yang Anda kira baik, adalah langkah yang paling buruk. Berikut adalah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan jika Anda ingin membesarkan startup Anda.

1.    Tumbuhkan Perusahaan Anda Tanpa Banyak Karyawan

1680674-poster-1280-can-a-motivated-group-of-people-change-the-way-market-systems-work-for-the-better

Anda harus memikirkan apakah perusahaan Anda memerlukan karyawan tertentu atau tidak. Saat Anda menginginkan adanya tim khusus, Anda tidak boleh hanya memikirkan sisi baiknya saja seperti akan mendapatkan keuntungan yang banyak. Tetapi dengan startup dengan memiliki tim tim khusus, hal itu akan membuat Anda kehabisan uang juga karena mereka tentunya memiliki gaji yang sangat besar.

2.    Otomatiskan Apa Yang Bisa Diotomatiskan

2009-mazda-mazda3-5dr-hb-man-s-sport-gear-shift_100256456_l

Anda bisa membuat versi yang lebih baik dari yang Anda dapat gunakan dalam rumah dan menawarkannya kepada semua orang. Pada dasarnya, Anda hanya beralih dari model layanan untuk model produk. Walaupun Anda masih memiliki beberapa klien yang membutuhkan, tetapi sebagian besar pengguna Anda akan menggunakan apa yang telah Anda buat. Model otomatisasi memungkinkan Anda untuk melayani beratus atau bahkan beribu pengguna hanya dengan beberapa karyawan.

3.    Rubah Pemasaran Outbound Menjadi Inbound

INBOUNDOUTBOUND

Tidak setiap perusahaan mampu untuk memiliki tim Outbound, karena untuk membuat tim tersebut diperlukan uang yang sangat banyak. Sebaliknya, Anda harus berpikir tentang bgaimana Anda dapat membawa pelanggan kepada Anda daripada harus mengejar mereka. Dengan adanya tim pemasaran dengan konten kecil tapi berdedikasi baik, menjadi cara yang lebih hemat daripada menghabiskan uang untuk iklan.

4.    Pertimbangkan Kemungkinan Waralaba

franchise-financing1

Jika Anda berfokus pada ide Anda, dan memikirkannya dengan baik, Anda akan menjalankannya tanpa harus mengelola karyawan yang diperlukan untuk menjalankannya. Anda bisa mempertimbangkan adanya waralaba. Karena dengan waralaba, anda dapat meminimkan pencarian karyawan atau bahkan penggajian karyawan.

Jika Anda memikirkan startup dengan baik, Anda akan lebih mungkin untuk mengembangkan perusahaan Anda tanpa adanya hambatan besar. Dan jika tidak, Anda akan cenderung harus meninggalkan pelanggan yang membantu Anda sukses diawal.

Penyebab Gagalnya UKM

Semakin banyaknya pelaku usaha kecil menengah membuat persaingan usaha juga semakin ketat. Hal itu tentu saja kerap membuat para pengusaha kecil dan menengah beresiko mengalami kegagalan. Terlebih lagi jika dalam memulai sebuah usaha, seorang pengusaha terlalu tergesa-gesa dan tanpa adanya perhitungan yang matang.

Sering sekali kita mendengar para pelaku usaha yang menyatakan bahwa memulai usaha itu dapat dikatakan gampang-gampang susah. Kegagalan merupakan sebuah resiko terbesar yang harus dihadapi oleh para pelaku usaha, apalagi pelaku usaha yang masih pemula. Suatu persaingan bisnis, manajemen internal perusahaan dan sebagainya dapat menjadi salah satu faktor kegagalan dalam sebuah usaha.

Faktor-faktor berikut ini penting untuk diperhatikan para pelaku usaha yang baru memulai usahanya.

Pertama, sikap pengusaha. Sikap seorang pelaku usaha yang keras kepala, paranoid, tidak mau berhadapan dengan konflik dan juga resiko, perfeksionis dan merasa bahwa dirinya paling benar sendiri sering membuat mereka tidak mau menerima ide, saran atau masukan dari orang lain terlebih lagi bawahannya. Hal itulah yang bisa memicu terjadinya sebuah kegagalan dalam usaha.

Kedua, disfungsi manajemen. Kurangnya fokus, perencanaan, visi, standar dan lain sebagainya yang berkaitan dengan manajemen usaha, ditambah lagi dengan kurangnya kerjasama yang baik dengan mitra kerja juga bisa menjadi penyebab dari kegagalan sebuah usaha.

Ketiga, operasional tidak efisien. Banyaknya pengeluaran yang digunakan untuk sewa, tenaga kerja, bahan produksi dan ditambah lagi dengan karyawan yang kurang ulet serta tidak mampu melakukan negosiasi (dalam konteks yang bisa menguntungkan perusahaan) akan menyebabkan perusahaan menjadi tidak kompetitif dan mengalami kegagalan.

Keempat, akuntansi buruk. Seorang pengusaha yang tidak dapat mengontrol bisnisnya apalagi tidak memiliki data keuangan juga tidak menutup kemungkinan mengalami kegagalan. Kesalahan yang umum terjadi yaitu para pelaku usaha yang menyewa para akuntan luar untuk melakukan perhitungan pajak serta mengawasi keuangan, padahal pekerjaan seperti itu seharusnya dikerjakan oleh bagian kepala keuangan.

Kelima, kekurangan uang cash. Hal buruk yang bisa saja terjadi pada usaha kecil Anda adalah kehilangan pelanggan serta karyawan yang berpotensi, datangnya kompetitor baru dan tuntutan hukum yang bisa saja dialami oleh pengusaha manapun yang dapat mengakibatkan tekanan pada keuangan usaha. Hal itu yang bisa membuat perusahaan menjadi kesulitan dalam proses recovery jika perusahaan harus berhutang uang cash dengan jumlah yang cukup signifikan.

Keenam, pertumbuhan usaha yang tidak terkontrol. Terlalu luas berekspansi mungkin menjadi salah satu penyebab kegagalan yang ironis. Ekspansi yang gagal bisa disebabkan oleh kesalahan dalam memilih pasar yang ternyata tidak menguntungkan. Selain itu, terlalu banyak meminjam uang untuk mempertahankan pertumbuhan pada tingkatan tertentu juga menjadi penyebab sebuah kegagalan usaha.

Ketujuh, penurunan pasar. Jenis usaha seperti toko buku, percetakan, toko musik dan usaha kecil lainnya yang berhubungan dengan perubahan teknologi, permintaan pasar serta kompetisi dari perusahaan yang besar dengan daya beli yang besar pula merupakan beberapa jenis usaha yang sangat rentan mengalami penurunan pasar dan mengalami kegagalan.

Beberapa penyebab kegagalan usaha tersebut harus sering dilakukan evaluasi agar bisa segera diatasi. Namun, yang harus tetap dipahami yaitu titik berat usaha pada proses produksi dan pemasaran. Meskipun pengusaha harus tetap peka terhadap faktor-faktor lain yang sering terabaikan.

Tips Sukses Memulai Usaha

“Lebih baik jadi kepala semut daripada ekor gajah.”

Begitu dalih para pengusaha. Berwirausaha memang sangat menggoda. Dengan sikap yang tepat, sukses bukan cuma impian. Kalau Anda melihat Bill Gates atau Mark Zuckenberg, pasti Anda tergiur dengan kekayaan mereka yang luar biasa. Tapi sadarkah Anda, bahwa mereka juga memulai semuanya dari usaha kecil mereka. Dan tak satupun dari mereka yang menduga bakal mencetak keberhasilan seperti sekarang.

Perusahaan pemula yang berubah menjadi perusahaan sukses bernilai miliaran bahkan triliunan, dalam dunia bisnis tak bedanya dengan pemenang lotere. Meletakkan semua uang Anda dan berharap mendapatkan jackpot, Anda justru bakalan terpuruk.

Berikut 10 aturan untuk memulai usaha kecil. Daftar ini lebih untuk membuat Anda menyadari kenyataan yang ada, ketimbang gila-gilaan mengejar impian terdahsyat Anda dalam berbisnis.

Lebih realistis. Saat membuat model bisnis, coba lihat ke sekeliling dan cari contoh sukses dari model bisnis yang Anda kehendaki, lalu pelajari. Bila Anda tak dapat menemukan, entah Anda yang luar biasa jenius, atau model bisnis Anda tidak bakal berhasil di dunia nyata.

Jangan menginvestasikan uang sendiri. Karena kebanyakan bisnis adalah perjalanan yang berisiko, carilah partner. Jadi, jika semuanya tidak berjalan semua rencana, Anda tidak bakal bangkrut karena dana start-up tadi, dan tidak dikejar utang.

Perbudak diri sendiri. Jika Anda tidak bersedia bekerja keras, lembur, melupakan keuntungan pribadi dan kesehatan, maka wirausaha bukan untuk Anda. Pada awalnya, Anda pasti tidak akan mampu membayar karyawan, sekalipun karyawan yang murah. Jadi, karyawan Anda, adalah Anda sendiri.

Hargai waktu. Beri nilai uang pada waktu Anda, misalnya Rp20 ribu perjam. Ini akan membantu saat Anda harus mengambil keputusan: Bila sebuah toko mengenakan biaya Rp10 ribu untuk pengiriman setiap minggu, dan Anda membutuhkan waktu 2 jam untuk pergi ke toko tersebut sendiri, maka bayar terus ongkos kirim dari perusahaan tersebut, karena lebih murah. Ini mungkin bertentangan dengan aturan ke 3, tapi bahkan budak sekalipun juga memiliki nilai ekonomi.

Rekrut karyawan dengan baik. Tanpa memedulikan ukuran usaha Anda, pada akhirnya Anda akan merekrut karyawan dari luar. Untuk itu, lakukan proses rekrutmen dengan hati-hati, tanpa tergesa-gesa, dan perlakukan hal tersebut sepenting saat Anda memulai usaha. Sangat disayangkan sikap pemilik usaha yang punya visi untuk usahanya, tapi merekrut karyawan yang justru menghalanginya meraih visi tersebut.

Jual kelebihannya, bukan harganya. Saat Anda memulai usaha, sudah sewajarnya Anda frustasi memasarkannya.Tapi, jika Anda bersaing pada harga, Anda pada akhirnya kan menjual dengan harga pas-pasan atau bahkan di bawah modal. Kuasai keahlian berkomunikasi dengan pelanggan, untuk menjelaskan bahwa harga produk Anda lebih tinggi karena memiliki nilai yang lebih baik.

Ketahui angka dasar. Mengetahui berapa banyak uang yang Anda butuhkan untuk menjalani usaha – mulai dari sewa toko, listrik, asuransi karyawan, sampai harga tinta printer, kertas, dan pajak. Lalu bagi semua itu dengan berapa hari dalam setahun Anda akan buka, dan… itulah angka dasar – jumlah minimum pendapatan yang Anda butuhkan setiap hari. Jika Anda tidak pernah berpikir tentang angka dasar, coba pikir ulang.

Gunakan teknologi terbaru. Teknologi anyar seperti aplikasi dan penyimpaanan data dengan cloud technology sangat murah dan membuat perusahaan kecil dapat bersaing dengan perusahaan besar. Manfaatkan teknologi rendah biaya yang ada di pasaran.

Perlakukan vendor dengan baik. Perlakukan vendor dan suplier Anda sebaik mungkin, seperti halnya Anda memperlakukan para pelanggan. Mereka bisa saja memberikan diskon berdasarkan besarnya volume pemesanan Anda, atau bahkan demi menjaga hubungan baik, serta berharap ada peningkatan volume di masa mendatang. Hubungan yang baik membuat mereka juga dapat memahami keterlambatan pembayaran, bahkan memberikan pengiriman gratis.

Jadilah yang terbaik. Anda tidak boleh setengah-setengah.Setiap hal yang Anda lakukan untuk klien harus lah yangterbaik. Apapun yang Anda buat dan jual, haruslah yang terbaik. Lakukan itu terus menerus, dan kekuatan word of mouth akan menyebar.