Desain logo yang baik sebagai awal pondasi branding kamu

“Bisnisku sepi … nggak laku … dinomorduakan … nggak terkenal ….”

Kalimat di atas sering menjadi topik curhatan para pebisnis pemula. Dampaknya, bisnis bisa mengalami kebangkrutan jika tidak segera menemukan solusi. Oleh karena itu, banyak orang takut untuk memulai bisnis, lho.

Sebenarnya, semua bisnis dijalankan dengan harapan mendapat keuntungan dari produksi berbagai barang dan jasa. Bisa dari produksi snack, tas, obat herbal, hingga jasa desain logo. Semua contoh bisnis tersebut ternyata sama-sama memiliki risiko, ya … yakni bangkrut. Dan, lagi-lagi kebangkrutan dapat dimulai dari curhatan bisnis sepi, nggak laku, dinomorduakan, dan nggak terkenal.

Sebaiknya, kita tahu bahwa curhatan ini juga dapat terjadi karena berbagai faktor. Salah satunya ialah faktor ketidakberhasilan dalam melakukan branding.

Kalau begitu, kita kudu tahu faktor-faktor yang membuat branding tidak berhasil.

Sebelum membahas lebih jauh,  mari kita pahami perihal branding terlebih dahulu.

Branding dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai penjenamaan diri. Dengan kata lain merupakan usaha untuk mengenalkan perusahaan atau produk bisnis dan jasa pada masyarakat. Jadi, jika kita sering melihat iklan produk atau jasa di televisi, artinya perusahaan produk atau jasa tersebut sedang melakukan salah satu upaya branding.

Namun, tidak semua iklan yang dipasang dapat berhasil menarik perhatian masyarakat, lho. Dampaknya tentu saja bisa merugikan.

Lantas, apakah kita menyerah dan memutuskan berhenti berbisnis saja?

Sebaiknya jangan dulu. Nyatanya, hampir semua bisnis memang melalui masa-masa semacam ini, sebut saja perusahaan teknologi bernama Apple.

Kemudian, akan muncul pertanyaan, kira-kira bagaimana Apple bisa dikenal sebagai perusahaan teknologi yang user friendly dan canggih di seluruh dunia sekarang, ya? Jawabannya ialah melalui logo dan strategi branding yang efisien. Steve Jobs diketahui mem-branding perusahaan memakai nama dan logo yang mudah diingat masyarakat. Kita pun juga dapat mengikuti jejak perusahaan ini. Ingat, nama dan logo yang baik dapat diperoleh dengan bantuan jasa desain logo profesional.

Ternyata, Branding Sangat Penting untuk Bisnis Kita

Kita bisa memulai bisnis apa saja. Semua orang juga bisa memulai bisnis, dari pekerja kantoran, ibu rumah tangga, hingga orang-orang yang terkena PHK atau sengaja resign dari pekerjaan sebelumnya. Namun, sebelum memutuskan  memulai bisnis, tidak ada salahnya untuk membuat strategi branding yang efisien. Tujuannya agar bisa menghindari kerugian.  

Sebenarnya, apa sih branding itu? Kenapa branding seolah-olah menjadi hal penting dalam bisnis kita, ya?

Secara sederhana, branding diartikan sebagai praktik pemasaran melalui simbol, desain, atau nama yang mudah diingat sebagai milik perusahaan tertentu. Sedangkan, branding berasal dari kata brand.  Pasti istilah ini sudah tidak asing di telinga kita.

Kemudian,  brand itu apa?

Brand merupakan pandangan masyarakat perihal produk yang ditawarkan perusahaan.  Misalnya, brand Apple dikenal sebagai perusahaan teknologi yang user friendly dan canggih.

Branding diketahui sangat penting untuk keberhasilan suatu bisnis, lho. Pasalnya, dengan melakukan branding, perusahaan sedang memberi identitas produk mereka, menyampaikan nilai produk mereka, menjalin komunikasi dengan konsumen, membangun pandangan dan kredibilitas, serta mencoba mempermudah proses referral yang  berlangsung.

Intinya, branding akan membuat perusahaan semakin dikenal dan dipercaya masyarakat. Dan, semakin terkenal bisnis kita, maka keuntungan ikut membesar.

Jadi, apakah kita masih tidak mau melakukan branding untuk kebaikan bisnis kita sendiri? Pastinya,  kita mau, dong ….

Selain itu, kita kudu tahu bahwa dalam strategi branding terdapat pertimbangan soal desain logo. Biasanya, desain logo yang baik didapat dengan bantuan jasa desain logo profesional.

Pahami Sebab Adanya Kegagalan Branding

Sayangnya, tidak semua branding selalu  berhasil. Padahal, sebagian besar konsumen gemar membeli produk berdasarkan brand yang dikenal dan dipercaya masyarakat. Jadi, mereka tidak sekadar membeli produk, melainkan juga membeli brand produk tersebut.

Yuk, bayangkan seandainya kita tidak bersungguh-sungguh melakukan branding, kemudian branding benar-benar gagal, maka produk kita mungkin tidak akan dibeli konsumen.

Artinya, tidak ada keuntungan ….

Lalu, mungkin kita akan bangkrut ….

Oleh karena itu, mari mencari tahu apa yang memengaruhi keberhasilan branding sebuah bisnis. Ternyata, berhasil atau gagalnya suatu brand dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni ikatan yang terbentuk dengan konsumen, citra brand di depan khalayak, dan penentuan posisi brand itu sendiri.

Ikatan dan citra yang dimaksud dipengaruhi oleh strategi branding, sedangkan posisi ditentukan oleh masyarakat sendiri. Posisi di sini dapat dipahami sebagai letak brand dalam skala prioritas pembelian. Jika mereka menyukai brand kita, maka mereka akan memposisikan brand kita di pilihan pertama saat belanja.

Lagi-lagi, hal ini menunjukkan kalau pelaku bisnis dituntut untuk berhasil mem-branding perusahaan, lho ….

Sayangnya, lagi-lagi branding tidak melulu selalu berhasil. Ada berbagai penyebab gagalnya branding.

Pertama adalah posisi amnesia. Artinya, suatu brand mencoba mengubah posisi dan identitasnya melalui rute yang berbeda. Akibatnya, masyarakat tidak memercayai brand tersebut karena dianggap tidak sesuai dengan posisi dan citra sebelumnya. Oleh karena itu, sebaiknya kita memutuskan mengubah logo dengan hati-hati, termasuk berkonsultasi dengan jasa desain logo profesional terlebih dahulu.

Kedua, icarus paradox. Istilah ini berarti kepercayaan diri berlebihan. Icarus paradox akan terjadi pada perusahaan-perusahaan besar yang enggan mengubah strategi dan tidak mau mengamati kompetitor mereka. Padahal, kompetitor selalu mencoba merebut posisi kompetitor lainnya, lho.

Ketiga, penipuan yang licik. Sampai kapan pun penipuan akan mencoreng nama perusahaan selama-lamanya. Jadi, kita tidak boleh menipu saat berbisnis. Pelaku bisnis yang melakukan penipuan pasti akan luruh laiknya guguran daun yang menunggu hujan, sebelum bisnis benar-benar hanyut dan hilang terbawa arus.

Jadi, sesulit apa pun dunia bisnis, sebaiknya tetap berupaya bersikap jujur dan memenuhi janji-janji yang ditawarkan dalam promosi, ya ….

Keempat, minimnya perubahan. Pahami bahwa pasar senantiasa dinamis. Oleh karena itu, bisnis senantiasa berkembang terus-menerus sesuai perkembangan yang ada. Tidak hanya perihal produk, tapi juga menyoal strategi branding dan pemasaran. Kalau kita diam, pasti kita akan menemui kehancuran. Namun, senantiasa tetap bergerak dengan rencana, ya. Intinya, harus berhati-hati.

Kelima, ego brand. Kira-kira, apa yang dimaksud dengan ego brand di dunia branding, ya?

Ego brand ternyata diartikan sebagai brand yang merambah ke berbagai kategori produk. Tentunya, hal ini sangat berisiko untuk kita. Misalnya, perusahaan Amazon mengalami kegagalan ketika meluncurkan produk ponsel dengan berbagai fitur. Intinya, fokus pada satu kategori produk bukan sesuatu yang merugikan.

Keenam, brand paranoia. Brand ini merupakan keterbalikan dari ego brand sendiri. Bisnis yang memilih fokus pada satu kategori, tapi enggan melakukan perkembangan mengikuti pangsa pasar juga akan mengalami kegagalan. Misalnya Nokia.

Oleh karena itu, jangan sampai keenam hal ini menjadi sandungan sehingga kita mengalami kegagalan. Pokoknya, kita harus berhasil melakukan branding.

Hal-Hal yang Sebaiknya Dilakukan dalam Branding

Membangun brand yang baik ternyata tidak mudah dilakukan. Oleh karena itu, strategi branding sangat dibutuhkan.

Pertama, sebaiknya kita merumuskan identitas brand perusahaan. Logo, nama, slogan, warna, dan lain-lain juga perlu direncanakan baik-baik. Aspek ini minimal harus mempunyai karakteristik mudah diingat, original, dan unik. Biasanya, pelaku bisnis akan menyewa jasa desain logo profesional.

Kedua, melakukan riset pasar. Kita wajib memahami pasar yang akan kita masuki. Riset pasar dapat berupa informasi perihal daya beli, potensi, media, dan lain-lain. Tanpa informasi artinya bisnis kita akan mati. Jangan sampai, deh ….

Ketiga, memilih media promosi yang tepat. Bagian ini merupakan bagian terpenting. Keberhasilan suatu branding sangat ditentukan oleh media. Sebaiknya, kita memilih media yang tepat. Kriterianya mampu menjangkau banyak orang. Biasanya cukup mahal, tapi tidak masalah.

Keeempat, konsisten. Jangan sampai kita bersikap labil terhadap indentias bisnis kita sendiri. Identitas tidak boleh rancu dan terkikis. Jika bilang A,  ya kudu A,  bukan B.

Itulah empat hal yang disiapkan untuk memulai branding. Jika kita menginginkan bantuan, kita dapat memakai jasa branding profesional.

Mengganti Logo

Ingat, logo yang kurang menarik membuat banding kita menjadi tidak maksimal. Oleh karena itu, jasa desain logo sangat dibutuhkan, lho. Selain itu,  perusahaan juga dapat melakukan rebranding atau perubahan branding saat dibutuhkan.

Biasanya, rebranding kerap dilakukan  karena tekanan kompetitor dan perkembangan teknologi.

Lalu, bagaimana kita tahu bahwa bisnis membutuhkan rebranding segera mungkin? Apa ada tandanya,  ya?

Sebenarnya, ada tanda-tanda yang menunjukkan apakah bisnis yang sedang berjalan membutuhkan rebranding atau tidak.

Tanda pertama saat adanya perubahan visi dan misi. Pasalnya, visi dan misi baru cenderung sulit disampaikan melalui proses branding yang sama.

Kedua adalah target pasar yang menua. Mungkin, kebanyakan orang tua memang loyal terhadap perusahaan atau produk kita. Tentunya, kita sangat senang,  dong.  Namun, kita tetap perlu memperhatikan potensi pelanggan yang lain juga, lho. Caranya dengan mulai rebranding.

Ketiga, adanya keinginan untuk membuat produk baru. Ingat, produk yang dimaksud harus benar-benar berbeda dari produk sebelumnya sehingga layak dilakukan rebranding.

Keempat karena adanya kompetitor yang mengungguli. Jika sampai kita tidak segera bergerak, maka kita akan tertinggal. Kemudian mengalami kebangkrutan.

Namun, rebranding ternyata tidak selalu menguntungkan, lho, tapi juga dapat merugikan. Hal ini disebabkan adanya perubahan, baik dari tampilan perusahaan atau produk.  Ingat bahwa rebranding tidak dapat dilakukan secara instan dan membutuhkan usaha berlipat-lipat.

Misalnya, seorang pengusaha memutuskan mengubah tampilan perusahaan. Mungkin, dalam hal ini adalah logo. Maka, masyarakat tidak serta merta dapat menerima logo itu. Namun, tetap terdapat proses adaptasi yang sulit diprediksi, apakah masyarakat akan menerima atau menolak logo tersebut di masa depan.

Bahasa mudahnya, pengusaha itu mulai branding dari awal.

Jangan Lupa untuk Meminimalkan Risiko

Dalam dunia branding, kita membutuhkan dua hal, yakni identitas brand (logo, nama, slogan, warna, dan lain-lain) serta strategi branding yang efektif.

Jadi, kita harus ingat, ya, bahwa keberhasilan atau kegagalan branding dipengaruhi dua hal ini. Oleh karena itu, sebaiknya kita mulai mencari cara untuk meminimalkan risiko.

Lantas, cara apa yang dapat kita pakai?

Yup, cara yang paling bijak dengan memakai jasa desain logo dan jasa branding profesional.

Nah, dengan desain logo yang baik, bisnis memiliki kesempatan yang lebih besar untuk menarik perhatian masyarakat, lho …. Artinya, branding akan berhasil sehingga memberi keuntungan.

Logo yang baik harusnya mempunyai karakteristik, seperti mudah diingat, mempunyai arti dan filosofi, unik, original, dan mempunyai paduan warna yang menarik.

Para pelaku bisnis sebaiknya juga berkonsultasi mengenai strategi branding yang sesuai. Jangan sampai, branding yang bertujuan untuk meningkatkan keuntungan malah menuai kerugian.

Misalnya, Merdeka Studio merupakan perusahaan yang bergerak di bidang desain dan branding. Kita dapat memakai berbagai layanan, seperti jasa desain logo, website, atau memilih paket branding yang sesuai. Dengan demikian, kita mampu meminimalkan risiko.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply