Kesalahan Yang Sering Terjadi Dalam Pengembangan Brand

Tau nggak, ada yang lebih penting dari produk kita? Jawabannya adalah Brand, ingat ya brand bukan logo, brand bukan font, brand bukan produk, brand bukan iklan, brand bukan tagline, tapi brand kita lebih dari itu. Brand adalah pengalaman yang kita berikan kepada customer, brand adalah filosofi yang kita pegang, brand adalah value yang didapatkan dan dirasakan oleh customer dan brand adalah perasaan yang ditinggalkan oleh kita  ketika customer mendapatkan service dan jasa kita. Tetapi banyak bisnis diluar sana yang melupakan tentang brand sehingga mereka melakukan 7 kesalahan ini, ada 7 kesalahan yang dilakukan oleh banyak UKM dalam mengembangkan brand mereka.

Kesalahan yang pertama adalah tidak memahami pentingnya branding. Banyak UKM karena tidak paham tentang branding lalu kemudian merasa kalau sudah punya logo saja sudah cukup, tidak ada aktivasi, tidak ada komunikasi, tidak ada tagline, bahkan ada sebuah UKM yang mencontek logo orang lain, perusahaan besar  kemudian diadopsi menjadi logo mereka dan akhirnya UKM ini dituntut.

Yang kedua adalah merasa bahwa branding hanya untuk perusahaan besar. Jangan lupa P&G, Unilever, Starbucks dulunya adalah perusahaan kecil tapi mereka peduli dengan brand mereka sehingga mereka bisa membawa bisnis mereka menjadi bisnis kelas dunia.

Yang ketiga adalah terlalu fokus jualan tidak fokus branding. Jualan penting nggak? Penting sih tapi ada yang lebih penting, membuat customer mengingat kita dalam jangka panjang. Jualan itu untuk membuat bisnis kita bertahan dalam jangka pendek, sedangkan branding adalah untuk membuat bisnis kita bertahan dalam jangka panjang.

Yang keempat adalah tidak memiliki brand voice. Brand voice adalah suara kita, suara brand kita. Kita ini memiliki identitas seperti apa, DNA seperti apa, persepsi masyarakat seperti apa sehingga kalau kita misalkan ditanya “pernah nggak kamu dengar Dolphin,” sebuah brand yang namanya Dolphin. Apa persepsi kita tentang Dolphin? kita bisa bilang “pasti itu perusahaan kolam renang, oh itu pasti perusahaan kapal laut” karena yang tertancap di kepala kita adalah “dolphin = lautan” tapi ternyata bukan. Dolphin ternyata brand sebuah pensil, produk-produknya alat tulis.

Yang kelima adalah tidak konsisten dengan brand identity. Logo sering berubah, taglinenya sering berubah, warna kadang-kadang berbeda di satu iklan dengan iklan lainnya atau company profile yang berbeda dengan company profile di tahun-tahun sebelumnya, hal ini membuat orang akan melupakan brand kita.

Yang keenam adalah tidak ada strategi komunikasi. Tidak ada strategi untuk mengkomunikasikan “who you are, what you stand for?” dan akhirnya strategi komunikasi ini bisa menjebak kita, akhirnya kita sudah beriklan tapi tidak diingat, sudah berpromosi tapi tidak direspon, kita sudah bikin logo, tagline, company profile tetapi tidak ada yang tahu, ini karena kita tidak mempunyai strategi komunikasi.

Yang ketujuh adalah karena tidak ada brand activation. Brand activation adalah sebuah aktifitas yang mempertemukan kita dengan konsumen kita, yang membuat konsumen kita terikat dengan kita. Ada banyak sekali strategi brand activation yang bisa kita lakukan dan akan membuat brand kita diingat.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply