Konsistensi Sebagai Pondasi Untuk Membangun Bisnis

Teman-teman, ada satu pertanyaan yang menarik ketika kami ada di sebuah seminar. Pertanyaannya adalah, apa sih yang sebetulnya yang menyebabkan orang tidak bisa konsisten?

Teman-teman, kekuatan atau kunci dari keberhasilan banyak prestasi adalah dari konsistensi. Kita mau jadi atlet ya harus konsisten, mau jadi pemain musik ya harus konsisten, kita ingin jadi pengusaha ya harus konsisten, mau menang di pasar modal ya harus konsisten.

Tidak ada satu hal pun yang bisa dicapai dengan cara tidak konsisten. Tapi kenapa kita sulit buat konsisten? Mari kita lihat kasusnya. Let say kasus yang pertama adalah kita ikut gym membership, kemudian setelah ikut membership satu bulan semangat, bulan kedua semangat, bulan ketiga mulai bolos sekali, dua kali, tiga kali lalu kemudian akhirnya kita bolos terus. Lalu kemudian kita tidak memiliki semangat lagi, gairah lagi untuk melanjutkan gym membership kita. Akhirnya kita stop di tengah jalan.

Kita bermain musik awalnya wiiih semangat, main gitar lalu kemudian ikut platform membership, lalu kemudian ternyata hasilnya luar biasa, luar biasa jelek gitu maksudnya. Setelah itu kita tidak mau melanjutkan lagi.

Nah teman-teman, kalau sifatnya seperti itu gimana kita bisa sukses? gimana kita bisa menguasai atau memaster sesuatu? sedangkan kemauan dan kemampuan kita untuk konsisten itu aja lemah banget.

Jadi apa jawaban dari “mengapa manusia tidak bisa konsisten?” walaupun kita tau bahwa konsistensi itu adalah kunci keberhasilan kita. Kami akan memberikan beberapa jawabannya.

  • Fokus pada hasil

Orang yang tidak bisa konsisten biasanya fokus pada hasilnya. Biasanya orang yang tidak konsisten terlalu mementingkan hasil dan tidak menikmati proses. Gym satu kali, angkat beban udah ngeluh capek, lalu kemudian langsung berhenti karena gak mau sakit dan gak mau capek.

  • Goal tidak menantang

Kita tidak memiliki goal yang menantang atau goal yang greget, memang sih punya goal, tapi kalau goalnya tidak tercapai pun gak ada rasa sakit. Coba kalau goal yang tidak tercapai itu ternyata menimbulkan sakit yang luar biasa. Misalkan kita kuliah, kemudian harus meraih kelulusan di waktu tertentu, lalu kemudian kita kena deadline, dan uangnya sudah mau habis. Kalau sampai gak lulus kita harus nunggu satu tahun lagi, dan ini adalah sebuah rasa sakit besar kalau misalnya kita tidak mencapai hasil tersebut, maka seharusnya konsisten itu menjadi hal yangluar biasa. 

  • Tidak punya mentor

Tidak memiliki mentor atau orang yang mendorong kita untuk konsisten. Misalnya waktu kecil kita tidak punya kebiasaan sikat gigi, tapi karena kita punya orang tua yang maksa kita untuk sikat gigi, akhirnya kita jadi mulai terpacu untuk konsisten. Kemudian kita harus makan sayur, tapi karena punya orang tua yang memaksa kita untuk makan sayur, jadilah kita terbiasa untuk makan sayur. Sekarang sudah dewasa, gak punya siapa-siapa yang mendorong, ya akhirnya kita jadi kebablasan.

  • Tidak punya support system 

Apa itu support system? Support system adalah segala sesuatu yang mensupport kita, mendukung kita untuk mencapai goal dan mimpi-mimpi kita. Support system ini bisa dengan berbagai bentuk. Kita bisa memiliki support system berupa teknologi, kita bisa memiliki support system berupa fasilitas, kita bisa punya support system berupa orang atau lingkungan, ini semua adalah support system.

Support system juga merupakan pondasi-pondasi penting yang membantu kita untuk lebih konsisten, salah satunya adalah ilmu pengetahuan. ilmu pengetahuan adalah salah satu support system yang bisa membuat kita lebih konsisten.

Kalau kita olahraga tidak mengerti tentang olahraga, kecenderungannya kita akan malas berolahraga. Kita ingin makan sehat, tapi kita tidak memiliki pengetahuan tentang makan sehat, maka kecenderungannya, kita tidak akan makan sehat. So, support system itu juga mempengaruhi konsistensi kita dalam menjalankan bisnis atau menjalankan konsistensi.

  • Tidak punya partner

Menurut kami, tidak memiliki atau tidak punya partner yang mendukung kita itu artinya kita tidak punya partner atau orang yang kita sebut dengan community. komunitas adalah suatu wadah yang mendukung kita untuk konsisten.  jadi teman-teman, menjadi konsisten itu memang tidak mudah, karena ada banyak aspek yang harus kita perkuat dan kita persiapkan, namun jika lima hal tadi bisa kita jalankan, kita bisa menjadi seseorang yang lebih konsisten.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply